Gambar 1 - Lutut sakit saat jongkok

Lutut sakit saat jongkok – Mengalami lutut yang sakit tentu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Umumnya, sakit lutut lebih sering dikaitkan pada kelompok usia tua atau berumur.  Akan tetapi, dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, saat ini ternyata sejumlah anak muda muda bisa mengalami lutut sakit juga.

Baik usia muda dan tua, sakit lutut tentu memberi dampak bagi kesehatan dan mengganggu Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih pada usia muda dan produktif, seseorang pasti akan memiliki tuntutan dan kepentingan dalam bekerja atau menempuh pendidikan. 

Baca Juga: Waspada! 6 Penyebab Encok di Usia Muda dan Apa Saja Dampaknya

Sekilas Tentang Sakit Lutut saat Jongkok

Rasa sakit di lutut bisa saja tiba-tiba terjadi dikala Anda sedang beraktivitas. Misalnya saja sedang melakukan gerakan senam dengan posisi jongkok, lalu tiba-tiba Anda merasa lutut sakit atau setelah lama jongkok saat buang air besar, kemudia saat mau bangun lutut menjadi sakit.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan di benak Anda serta kekhawatiran akan kondisi lutut sakit di usia muda. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab dari lutut yang sakit saat jongkok di usia muda.

Lantas, apa saja penyebabnya? Dan bagaimana solusi ampuh untuk mengobatinya? Yuk, simak melalui ulasan bacaan lengkap di bawah ini.

Sejumlah Penyebab Lutut Sakit saat Jongkok

Ilustrasi lutut sakit | Gambar: Freepik.com/Wayhomestudio

Dalam menjalani aktivitas harian, Anda mungkin akan melakukan posisi jongkok untuk mencapai tujuan kegiatan tertentu. Rasa sakit bisa saja timbul saat jongkok karena adanya tekanan pada lutut atau sebab faktor lainnya.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui sejumlah penyebabnya yang bisa membuat lutut menjadi terasa sakit dan nyeri. Dengan mengetahui penyebabnya, maka Anda bisa lebih mudah untuk menentukan penanganan yang cocok sesuai penyebab tersebut.

Berikut sejumlah penyebab sakit lutut saat jongkok yang bisa terjadi:

1. Mengalami Cedera atau Keseleo

Penyebab pertama yang paling umum terjadi pada usia muda saat merasakan sakit di lutut adalah mengalami cedera atau keseleo. Terjadinya cedera pada lutut bisa menimbulkan rasa sakit dan nyeri karena membuat jaringan komponen lutut seperti ligamen, tendon, meniskus, hingga tulang rawan menjadi luka atau robek.

Cedera atau keseleo juga bisa diakibatkan oleh insiden atau kejadian tertentu, seperti lutut yang terbentur saat olahraga, terjatuh dari motor, gerakan dan tekanan pada lutut yang berlebihan, hingga insiden saat mengangkat beban. Kondisi inilah yang membuat lutut Anda terasa sakit saat jongkok.

2. Kondisi Peradangan Sendi (Osteoarthritis)

Osteoarthritis atau peradangan sendi tulang rawan dapat menjadi penyebab selanjutnya Anda mengalami kondisi sakit lutut di usia muda juga. Walaupun lebih sering terjadi pada orang dengan usia tua, namun penyakit ini juga bisa terjadi di usia muda karena sebab tertentu.

Melansir UPK Kementerian Kesehatan RI, osteoarthritis merupakan penyakit yang timbul akibat kerusakan jaringan tulang rawan yang melapisi tulang, sehingga membuat tulang-tulang saling bergesekan dan berbenturan ketika digerakan atau menggerakan lutut. Peradangan sendi ini bisa disebabkan oleh adanya tekanan secara terus menerus dan berkala, semial wanita yang sering sekali memakai sepatu hak tinggi.

3. Adanya Asam Urat Tinggi

Asam urat cukup menjadi jenis penyakit yang dikenal dibanyak kalangan masyarakat terutama pada usia dewasa atau lanjut usia. Meski begitu, saat ini tidak sedikit usia muda atau dewasa muda yang mengalami sakit asam urat karena faktor pola makan dan gaya hidup zaman sekarang.

Kondisi asam urat tinggi terjadi ketika Anda sering mengonsumsi jenis makanan tinggi purin secara berlebih, seperti ragam olahan jeroan, makanan seafood, daging, jamur, bayam, hingga minuman berakohol. Apabila asam urat tinggi dibiarkan, maka dapat membuat timbulnya penumpukan kristal asam urat yang bisa di sendi lutut sehingga menyebabkan rasa sakit dan nyeri ketika jongkok.

4. Mengalami Patellar Tendonitis

Penyebab lutut sakit saat jongkok selanjutnya bisa diakibatkan ketika Anda mengalami patellar tendonitis. Seperti istilah penyebutannya, kondisi ini merupakan peradangan atau iritasi pada tendon atau jaringan ikat penghubung otot dan tulang yang bisa membuat Anda merasakan sakit lutut saat ditekuk atau digerakan, seperti contoh gerakan jongkok.

Melansir Mayo Clinic, tendinitis patela atau pattelar tendonitis disebabkan oleh kondisi tekanan secara berulang pada tendon patela Anda. Hal ini bisa menimbulkan robekan pada tendon yang mengakibatkan sakit dan nyeri peradangan serta melemahnya tendon.

5. Kondisi Infeksi Sendi

Infeksi merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh organisme kecil, seperti bakteri, virus, jamur, hingga parasit. Untuk Anda ketahui, infeksi juga bisa menyerang sendi-sendi di tubuh yang berada di lutut, siku, hingga pinggul.

Infeksi yang terjadi pada sendi lutut dapat menyebabkan rasa sakit, nyeri, bengkak, dan kemerahan di lutut Anda. Infeksi sendi juga sering disebut septic arthritis yang bisa terjadi pada usia muda hingga anak-anak.

Terdapat bakteri yang umum menyebabkan infeksi sendi pada orang dewasa atau anak-anak, yaitu bakteri streptococcus, staphylococcus, dan haemophilus influenza. Anak-anak menjadi rentan terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang.

6. Sakit Bursitis

Penyebab lutut sakit saat jongkok terakhir di pembahasan kali ini ialah sakit bursitis. Melansir laman Halodoc, bursitis merupakan kondisi peradangan pada bursa (bursae) yang menjadi pelumas dan bantalan sendi-sendi di tubuh. Fungsi dari bursa penting untuk mengurangi gesekan antara tendon dan tulang saat bergerak dan beraktivitas.

Beberapa area tubuh yang sering terjadi hal ini, yakni lutut, tumit, bahu, siku, pinggul, hingga pangkal jempol kaki. Burisitis kerap terjadi di area sendi yang banyak melakukan gerakan berulang. Tidak heran jika hal ini bisa memicu rasa sakit di lutut Anda ketika melakukan posisi jongkok juga.

Ragam Solusi Mengobati dan Meredakan Lutut Sakit saat Jongkok

Setelah mengetahui sejumlah penyebab sakit lutut, Anda juga perlu mengetahui ragam solusi untuk mengobatinya. Hal ini perlu disesuaikan juga dengan penyebab dari lutut yang sakit tersebut. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa cara untuk meredakan rasa sakit di lutut sebagai langkah sementara.

Berikut ragam solusi mengobati dan meredakan Lutut Sakit saat jongkok:

  • Melakukan kompres lutut yang sakit
  • Menghentikan gerakan yang membuat lutut tertekuk dan beristirahat
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Menjaga berat badan agar tidak membebankan lutut secara berlebih
  • Menghindari makanan yang memicu asam urat dan minuman berakohol
  • Melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas olahraga
  • Mengonsumsi bahan herbal dan alami yang membantu meredakan nyeri sendi

Baca Juga: Berapa Kadar Asam Urat Normal Wanita? Cek Juga Tinggi dan Rendahnya

Atasi Lutut yang Sakit Secara Ampuh dengan Ekstrak Teripang Emas dari Hisom

Lutut yang sakit terlebih saat jongkok memang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Meski lebih sering terjadi pada kelompok usia tua, kondisi ini juga bisa muncul pada orang dengan usia muda. Hal ini tentu tidak terlepas dari penyebab dari sakit lutut tersebut, seperti cedera atau asam urat.

Apalagi dengan perkembangan gaya hidup dan pola makan, banyak anak muda yang mengalami sakit lutut karena salah satu penyebabnya adalah asam urat yang tinggi dari faktor makanan. Apabila hal ini sudah terjadi, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang bisa meredakan dan mengobati sakit lutut yang Anda rasakan.

Untuk membantu Anda, Hisom hadir sebagai solusi ampuh untuk mengobati dan meredakan sakit lutut berkat kandungan ekstrak teripang emas yang memiliki kandungan tinggi protein dan kolagen alami. Selain itu, Hisom juga memiliki kandungan nutrisi lain berupa asam amino, DHA, omega 3, 6, 9 serta vitamin dan mineral.

Teripang juga diketahui mengandung zat yang berfungi sebagai pelumas sendi, yaitu kondroitin sulfat yang juga berfungsi sebagai nutraceutical untuk meredakan nyeri sendi. Maka dari itu, Hisom memiliki khasiat berupa mengobati radang sendi (osteoarthritis), mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga mengenmbalikan elastisitas kulit.

Itulah ulasan mengenai lutut sakit saat jongkok di usia muda beserta penyebab dan solusi mengobatinya. Untuk memperoleh dan membeli Hisom, Anda bisa langsung saja mengklik pada gambar produk atau melalui tautan link pembelian Hisom secara daring berikut ini.

Segera beli Hisom karena ada diskon promo bulan ini untuk membantu Anda mengatasi lutut yang sakit ketika jongkok atau beraktivitas!

Gambar 1 - Lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan – Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, lutut tentu memiliki peran penting, terlebih merupakan bagian tubuh untuk bergerak atau berjalan. Selain itu, gerakan seperti jongkok, duduk, berdiri, hingga berlari juga tidak terlepas dari peran lutut yang sehat. 

Meski begitu, sebagian orang dapat mengalami gangguan atau sakit lutut sehingga terasa sakit ketika ditekuk atau diluruskan. Hal ini bisa saja terjadi pada usia berapa saja baik muda ataupun orang tua tergantung pada penyebabnya.

Lantas, apa saja penyebab lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan? Simak jawaban lengkapnya melalui ulasan di bawah ini beserta solusi untuk mengobatinya!

Baca Juga: Waspada! 6 Penyebab Encok di Usia Muda dan Apa Saja Dampaknya

Sekilas Tentang Lutut Sakit

Lutut sakit dapat memberikan rasa nyeri dan sakit ketika Anda menggerakan lutut, baik untuk bergerak, ditekuk, atau juga diluruskan. Kondisi seperti dapat memberi dampak kepada Anda, yaitu kesulitan bergerak karena rasa sakit dan nyeri tersebut.

Biasanya lutut sakit bisa perlahan membaik dalam beberapa hari dengan perawatan mandiri yang tepat. Akan tetapi, pada sebagian kasus lutut sakit ternyata membutuhkan perhatian lebih karena adanya penyebab yang mungkin membutuhkan pengobatan lebih lanjut secara medis. Hal ini tentu perlu Anda waspadai karena bisa berlangsung lebih lama bahkan menimbulkan komplikasi buruk seperti kerusakan sendi atau kecacatan.

8 Penyebab Lutut Sakit saat Ditekuk dan Diluruskan, Perlu Waspada!

Ilustrasi lutut sakit | Gambar: Freepik.com/wirojsidhisoradej

Lutut yang sakit tentu bukan kondisi yang normal untuk dialami. Rasa sakit di lutut tersebut tentu bisa berkaitan dengan sebab masalah yang terjadi pada bagian komponen lutut itu sendiri seperti tulang rawan, tulang, otot lutut, ligamen, tendon, meniskus, hingga bursa. Maka dari itu, terdapat sejumlah penyebab lutut sakit yang perlu Anda waspadai:

1. Pernah Mengalami Cedera Lutut

Mengalami cedera lutut menjadi salah satu penyebab utama Anda merasakan sakit lutut saat ditekuk dan diluruskan. Hal ini bisa disebabkan karena suatu insiden tertentu, seperti insiden olahraga, kecelakaan, terjatuh, atau kejadian fisik lainnya. Selain itu, lutut juga merupakan sendi yang kompleks dengan banyak komponen sehingga rentan mengalami cedera.

Melansir laman American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), Nyeri dan bengkak merupakan gejala paling umum dari cedera lutut. Selain itu, lutut bisa terjepit atau terkunci juga. Beberapa cedera lutut (misalnya robekan ACL) menyebabkan ketidakstabilan dan perasaan seperti lutut melemah.

Terdapat sejumlah jenis cedera lutut, diantaranya seperti cedera ligamen cruciate anterior (ACL), cedera ligamen cruciatum posterior (PCL), dan cedera ligamen tambahan. Cedera ACL lebih mungkin terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga sepak bola dan bola basket. Sedangkan cedera PCL sering terluka akibat benturan di bagian depan lutut, ketika lutut ditekuk. Contoh benturan tersebut sering terjadi karena kecelakaan kendaraan bermotor dan kontak olahraga.

2. Sebab Pernah Patah Tulang (Fraktur)

Patah tulang atau fraktur dapat menjadi penyebab lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan yang selanjutnya. Rasa nyeri dan sakit di lutut juga dapat diakibatkan oleh kondisi patah tulang terutama pada bagian tempurung lutut atau bagian tulang penyusun lutut.

Selain itu, pada bagian ujung tulang paha dan dan tulang kering yang bertemu dan membentuk sendi lutut juga sering terjadi patah tulang. Umumnya, kondisi patah tulang di area lutut disebabkan juga oleh beberapa hal, seperti insiden kecelakaan berkendara, jatuh dari tempat tinggi, trauma insiden tertentu.

3. Mengalami Keseleo pada Lutut

Keseleo atau yang sering disebut sebagai terkilir merupakan cedera yang terjadi pada bagian ligamen, yakni jaringan penyambung tendon dan otot. Hal ini kerap kali dialami oleh banyak orang pada bagian tubuh yang aktif bergerak, semisal pergelangan kaki, lutut, hingga belakang paha.   

Untuk Anda ketahui, ligamen juga memiliki fungsi untuk menyeimbangkan sendi pada lutut sehingga membantu Anda bergerak secara bebas dan nyaman. Apabila terjadi gangguan pada ligamen di area lutut yang menyebabkan kondisi robek atau teregang, maka wajar jika bisa menimbulkan lutut menjadi sakit ketika ditekuk atau dibuat lurus.

4. Kondisi Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)

Penyebab lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan selanjutnya ialah kondisi pengapuran sendi (osteoarthritis). Untuk Anda ketahui, pengapuran sendi juga disebut sebagai arthritis degeneratif yang merupakan jenis arthritis (peradangan sendi) paling umum dialami banyak orang.

Melansir Mayo Clinic, pengapuran sendi adalah kondisi keausan tulang rawan di lutut Anda semakin memburuk seiring penggunaan dan bertambahnya usia. Peradangan sendi ini bisa membuat bantalan pada sendi lutut menipis, sehingga menyebabkan rasa sakit saat ditekuk, kaku, dan pembengkakan.

5. Sebab Dislokasi Lutut

Diskolasi lutut merupakan kondisi tidak normal karena adanya pergeseran tempurung lutut ke lokasi yang tidak seharusnya, baik seluruhnya atau sebagian saja. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang amat sangat di bagian lutut serta diikuti dengan bengkak.

Dislokasi lutut dapat diakibatkan oleh insiden trauma, seperti terjatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, dan kontak fisik yang berhubungan dengan olahraga. Anda perlu penanganan secara medis oleh dokter ahli apabila mengalami hal ini.

6. Kondisi Meniskus Robek di Lutut

Meniskus ialah tulang rawan kecil berbentuk huruf C yang memiliki fungsi sebagai bantalan pada sendi lutut. Meniskus berperan untuk melindungi sendi lutut agar tidak aus dan robek, juga membantu menstabilkan lutut. Saat Anda menjalankan aktivitas dan bergerak, lapisan meniskus inilah yang berfungsi menjaga tulang paha dan tulang kering tidak saling bergesekan satu sama lain.

Apabila terjadi robekan pada meniskus, maka fungsi pentingnya pada sendi lutut dapat terganggu yang bisa menyebabkan terjadinya gesekan antar tulang. Hal itulah yang dapat menjadi penyebab timbulnya rasa sakit dan nyeri ketika lutut ditekuk. Robekan meniskus dapat dipicu oleh gerakan yang memaksa rotasi lutut ketika kaki sedang berpijak. Contohnya saat Anda melakukan olahraga sepak bola, futsal, tenis, badminton, hingga tenis.

7. Mengalami Bursitis

Penyebab lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan selanjutnya ialah ketika Anda mengalami bursitis. Untuk Anda ketahui, bursitis merupakan kondisi peradangan pada bantalan dan pelumas di sekitar sendi, atau disebut sebagai bursa.

Melansir laman Siloam Hospitals, bursa memiliki fungsi untuk mengurangi terjadinya gesekan antara tulang dan tendon ketika Anda bergerak dan beraktivitas. Timbulnya peradangan pada bursa menyebabkan sendi mengalami pembengkakan, rasa sakit dan nyeri, dan kesulitan dalam menggerakan atau menekukan lutut.

8. Peradangan Tendon (Tendinitis)

Peradangan tendon (tendinitis) menjadi penyebab terakhir yang bisa membuat lutut Anda menjadi sakit atau nyeri ketika ditekuk. Tendinitis adalah peradangan yang terjadi pada tendon, yakni jaringan yang menghubungkan otot dan tulang. Peradangan tendon kerap terjadi pada tendon di area bahu, lutut, siku, pergelangan kaki, hingga tumit.

Melansir Yankes Kemkes RI, ketika mengalami peradangan, tendon akan terasa sakit ketika Anda menggerakan otot, sehingga dapat mengganggu pergerakan tubuh seperti rasa sakit saat menekuk lutut. Tendinitis bisa berlangsung dalam jangka pendek (akut) atau dalam jangka panjang (kronis).

Baca Juga: Patut Dicoba! 5 Langkah Cara Mengolah Kunyit Putih untuk Benjolan di Kulit

Solusi Alami Mengobati Lutut Sakit saat Ditekuk dan Diluruskan dengan Ekstrak Teripang Emas dan Kunyit dari Hisom

Setelah mengetahui sekilas tentang sakit lutut dan ragam penyebabnya, Anda juga perlu tahu solusi untuk mengobatinya apabila hal ini terjadi pada diri Anda. Mengalami lutut sakit tentu merupakan hal yang mengganggu terlebih adanya rasa sakit ketika Anda menekuk dan meluruskannya.

Meski lutut sakit bukan selalu merupakan kondisi serius, namun bagi sebagian orang yang mengalami cedera lutut dan kondisi medis, misal pengapuran sendi, bisa menyebabkan peningkatan rasa sakit, kerusakan sendi, hingga kecacatan apabila tidak ditangani secara tepat.

Selain mengganggu tubuh bergerak, lutut sakit juga dapat meningkatkan risiko Anda terjatuh dan cedera, juga menurunkan kualitas hidup. Untuk membantu Anda mengobatinya, Hisom hadir sebagai solusi alami yang membantu mengobati radang sendi (osteoarthritis) atau lutut sakit saat ditekuk atau diluruskan juga.

Hisom merupakan obat herbal alami yang tinggi kandungan protein dan kolagen dari bahan teripang emas pilihan (golden sea cucumber) dengan kandungan lain berupa asam amino, DHA, Omega 3, Omega 6, Omega 9 serta vitamin & mineral untuk perbaikan sel yang rusak serta menjaga kesehatan.

Terdapat khasiat dan manfaat unggul lain dari Hisom, yaitu mengembalikan elastisitas kulit, mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), membantu mengatasi tumor dan kanker, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Itulah ulasan mengenai 8 penyebab lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan serta solusi mengatasinya untuk Anda. Untuk memperoleh Hisom, Anda bisa langsung mengklik pada gambar produk atau melalui tautan link pembelian Hisom secara daring berikut ini.

Segera beli Hisom karena ada diskon promo bulan ini untuk membantu mengobati lutut sakit karena berbagai sebab sekaligus membantu mencegah penuaan dini, memelihara kesehatan kulit dan mencegah pengeroposan tulang!

Patut Dicoba! 5 Langkah Cara Mengolah Kunyit Putih untuk Benjolan di Kulit

Cara mengolah kunyit putih untuk benjolan – Sebagai orang Indonesia, Anda tentu sudah sering mendengar tentang kunyit yang dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional alami. Biasanya kunyit berwarna kuning, namun perlu Anda ketahui bahwa ada kunyit yang berwarna putih dan berimpang bulat mirip dengan kencur.

Kunyit putih juga kadang disebut sebagai temu putih yang lebih sering dipakai untuk racikan obat tradisional daripada bumbu masakan seperti kunyit kuning. Selain itu, orang-orang dahulu percaya bahwa kunyit putih memiliki khasiat yang bisa mengatasi benjolan di kulit tubuh seperti jerawat, kista, dan tumor.

Lantas, benarkah demikian? Lalu bagaimana cara mengolahnya? Yuk, simak melalui ulasan langkah berikut ini!

Baca Juga: 5 Manfaat Rebusan Daun Salam untuk Asam Urat, Kolesterol, dan Encok saat Rutin Diminum

Sekilas Tentang Kunyit Putih untuk Kesehatan

Kunyit putih atau temu putih memiliki nama ilmiah berupa curcuma zedoaria yang sering digunakan sebagai tanaman obat dan empon-empon. Melansir Wikipedia, rimpang kunyit putih memiliki khasiat sebagai obat kudis, radang kulit, pembersih darah, mengatasi gangguan pencernaan atau perut kembung, hingga sebagai pembersih dan penguat sesudah nifas pada wanita yang sehabis melahirkan.

Selain itu, pada beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kunyit putih memiliki sifat antitumor, anti-peradangan, analgesik (pereda nyeri), hingga hepatoprotektif (pelindung hati). Lalu, terdapat juga kandungan senyawa kimia pada kunyit putih diantaranya ialah kurkuminoid, minyak atsiri, flavonoid, astringensia, tepung, dan lainnya.

Bolehkah Kunyit Putih Dioles untuk Benjolan di Kulit?

Benjolan yang muncul di kulit tubuh bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang bisa terjadi kepada siapa saja termasuk kaum wanita dan pria. Secara penampilan, benjolan yang muncul juga bisa mengganggu rasa percaya diri semisal benjolan di wajah karena jerawat.

Selain jerawat, benjolan di kulit tubuh juga bisa disebabkan oleh beragam hal seperti bisul, kista, lipoma, abses, keloid, bintil, tumor, hingga kanker.  Secara tradisional, kunyit putih dipercaya dapat digunakan untuk meredakan benjolan yang muncul di kulit karena memiliki sifat anti-peradangan, antitumor, antioksidan, dan antimikroba.

Selain dikonsumsi sebagai ramuan tradisional, kunyit putih dapat juga dimanfaatkan menjadi pengobatan topikal dengan membuatnya menjadi pasta yang bisa dioles di kulit. Ya, dengan begitu kunyit putih memang boleh dioleskan di area benjolan kulit hingga benjolan tersebut mereda. Namun apabila mengalami efek samping iritasi atau alergi, maka pengolesan perlu disudahi dan berkonsultasi ke dokter.

5 Langkah Cara Mengolah Kunyit Putih untuk Benjolan di Kulit

Gambar 2 - Cara mengolah kunyit putih untuk benjolan
Ilustrasi Bubuk Kunyit Putih | Gambar: Freepik.com

Agar bisa diaplikasikan secara tepat, Anda perlu mengetahui langkah cara dalam mengolah kunyit putih untuk benjolan. Berikut 5 langkah cara mengolah kunyit putih untuk benjolan di kulit tubuh Anda:

1. Membersihkan dan Menghaluskan Kunyit Putih Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan saat mengolah kunyit putih tentunya membersihkan dan menghaluskan bahan tersebut terlebih dahulu. Anda bisa membersihkan rimpang kunyit putih dengan air bersih mengalir terlebih dahulu. Setelah itu, Anda perlu menjadikan bahan kunyit putih tersebut menjadi bubuk halus.

Agar menjadi bubuk, Anda perlu merebus rimpang kunyit putihnya hingga empuk, kemudian dilanjutkan dengan memotong kunyit tersebut seukuran koin. Lalu, Anda bisa melanjutkan dengan mengeringkan kunyit putih dengan oven atau sinar matahari. Terakhir, haluskan kunyit putih dengan blender atau chopper.  

2. Buat Pasta Kunyit Putih dengan Campuran Air Hangat

Langkah cara mengolah kunyit putih untuk benjolan di kulit selanjutnya ialah dengan membuat pasta kunyit. Pertama siapkan bubuk kunyit putih yang telah dihaluskan, kemudian campur dengan air hangat lalu diaduk hingga membentuk pasta kental.

3. Mengoleskan Pasta Kunyit Putih pada Benjolan di Kulit secara Merata

Setelah membuat pasta, saatnya Anda mengoleskan kunyit putih tersebut pada benjolan di kulit secara merata. Anda bisa memakai tangan atau kuas bersih untuk mengoleskan pasta kunyit putih ke bagian benjolan di kulit tubuh secara perlahan dan hati-hati. Sehabis itu, diamkan pasta kunyit selama 30 menit sampai 1 jam agar secara sempurna menyerap di kulit.

Baca Juga: 5 Manfaat Daun Sirih Hijau untuk Wanita dan Cara Penggunaannya!

4. Bilas Kulit yang Sudah Diolesi Pasta Kunyit Putih dengan Air Hangat Setelah Kering

Tahap langkah selanjutnya cara mengolah kunyit putih untuk benjolan di kulit yaitu membilas kulit yang sudah diolesi pasta kunyit putih dengan air hangat setelah kering. Pastikan suhu air pas dan cukup hangat sehingga tidak terlalu panas yang malah bisa melukai kulit. Keringkan kembali dengan handuk atau tisu.

5. Lakukan dan Ulangi Langkah Ini 2x Sehari Sampai Benjolan Mereda

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah mengulangi tahapan tersebut sebanyak 2x sehari sampai benjolan tersebut mereda. Melansir Allo Health Care, peradangan merupakan salah satu penyebab timbulnya benjolan di kulit.

Kunyit putih mengandung kurkumin yang merupakan zat anti inflamasi untuk mengurangi peradangan di dalam tubuh secara ampuh. Selain itu, kunyit putih juga memiliki sifat antikanker dan antioksidan yang bisa mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor atau kanker agar bisa tumbuh.

Apakah Kunyit Putih Bisa Dioleskan untuk Benjolan Setiap Hari?

Penggunaan pasta kunyit putih yang dioles ke benjolan dapat dilakukan setiap hari hingga benjolan atau radang tersebut mereda. Lakukan hal ini secara rutin selama beberapa minggu atau bulan kecuali menimbulkan efek samping iritasi atau alergi.

Apakah Kunyit Putih bisa Menghilangkan Benjolan di Kulit Secara Permanen?

Kunyit putih yang dioleskan memang dapat membantu mengatasi benjolan di kulit, namun hal ini bukan merupakan sesuatu yang pasti dan menjamin benjolan tersebut akan hilang secara permanen.

Sebagai contoh, benjolan karena jerawat bisa saja diobati dengan mengoleskan kunyit putih dan bisa hilang secara permanen. Akan tetapi untuk kasus benjolan kulit yang lebih serius seperti tumor atau kanker, tidak ada jaminan bahwa cara ini bisa secara pasti dapat menghilangkan benjolan tersebut secara permanen.

Efek Samping Kunyit Putih untuk Pemakaian di Kulit

Gambar 3 - Cara mengolah kunyit putih untuk benjolan
Ilustrasi Mengolah Kunyit Putih | Gambar: Freepik.com/Jcomp

Pengolahan dan penggunaan kunyit putih untuk pemakaian di kulit pada umumnya tidak akan mengakibatkan efek samping yang berbahaya atau serius, akan tetapi pada beberapa orang bisa saja mengalami alergi atau iritasi karena kondisi kulitnya yang sensitif. Segera hentikan pemakaian atau pengolesan kunyit putih di kulit ketika mengalami reaksi tersebut dan konsultasikan kepada dokter segera.

Baca Juga: Mujarab! 6 Manfaat Makan Kencur Mentah untuk Wanita dan Pria bagi Kesehatan

Jaga Kesehatan Kulit dan Cegah Benjolan Karena Tumor dan Kanker dengan Asupan Tinggi Kolagen dan Protein dari Hisom

Kesehatan kulit merupakan hal yang penting untuk dijaga terutama bagi para kaum wanita. Kulit yang sehat dan indah tentu menjadi nilai tambah secara penampilan serta meningkatkan kepercayaan diri. Munculnya benjolan di kulit tubuh tentu menjadi sesuatu yang mengganggu baik secara penampilan dan kesehatan.

Oleh karena itu, Anda bisa mencegah munculnya benjolan di kulit tubuh dengan asupan yang tepat. Sebab bagi beberapa orang, munculnya benjolan di kulit dapat disebabkan karena adanya kista, tumor, atau bahkan kanker yang tentu menjadi permasalahan serius.

Untuk itu, Hisom hadir sebagai asupan alami yang berasal dari ekstrak teripang emas (golden sea cucumber) untuk memelihara kesehatan kulit sekaligus dapat mencegah munculnya tumor dan kanker. Terdapat kandungan kolagen yang tinggi untuk menjaga kesehatan kulit agar lebih sehat, bersinar, dan mencegah penuaan dini.

Selain itu, Hisom juga memiliki kandungan berupa kolagen tinggi, asam amino, DHA, omega 3, omega 6, omega 9 serta vitamin dan mineral yang baik untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Lalu, ekstrak teripang emas juga dapat membunuh sel-sel kanker sekaligus merangsang sistem kekebalan tubuh Anda.

Itulah ulasan mengenai 5 langkah cara mengolah kunyit putih untuk benjolan di kulit yang patut Anda coba. Untuk membeli Hisom, Anda bisa langsung mengklik pada gambar produk atau melalui tautan link pembelian Hisom secara daring berikut ini.

Segera beli Hisom karena ada diskon promo bulan ini untuk membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah munculnya benjolan karena kanker atau tumor!