Gambar 1 - Radang Tenggorokan saat Puasa

Topik radang tenggorokan saat puasa – Selama bulan puasa terkadang gangguan kesehatan bisa membuat ketidaknyamanan menjalankan ibadah. Salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami orang berpuasa yaitu radang tenggorokan saat puasa yang mengganggu, terlebih makin terasa saat siang hari dan ketika waktu berbuka.

Tenggorokan terasa kering, nyeri saat menelan, bahkan bisa membuat suara menjadi serak. Maka dari itu, tidak heran jika mulai banyak orang yang mencari cara mengobati radang tenggorokan saat puasa secara alami agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.

Secara medis, radang tenggorokan dikenal sebagai faringitis, yaitu peradangan pada jaringan tenggorokan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau iritasi tertentu. Kondisi ini sering kali dipicu oleh virus flu, bakteri Streptococcus pyogenes, atau faktor lingkungan seperti udara kering dan debu.

Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga tenggorokan menjadi lebih kering dan rentan mengalami iritasi. Kondisi ini membuat radang tenggorokan saat puasa menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang setiap Ramadan.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya secara alami tanpa mengganggu ibadah puasa? Yuk, simak penjelasannya melalui ulasan lengkap di bawah ini.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Mual saat Puasa Karena Asam Lambung Naik

Mengapa Radang Tenggorokan Sering Terjadi saat Puasa?

Banyak orang merasa heran mengapa radang tenggorokan saat puasa lebih mudah muncul dibandingkan hari biasa. Ternyata ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini. Berikut beberapa penyebab yang paling umum:

1. Tenggorokan Menjadi Kering karena Kurang Cairan

Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama kurang lebih 12–14 jam. Kondisi ini menyebabkan produksi air liur berkurang sehingga tenggorokan menjadi lebih kering.

Ketika tenggorokan kering, lapisan mukosa di dalamnya menjadi lebih sensitif terhadap iritasi dan bakteri. Akibatnya, risiko radang tenggorokan saat puasa menjadi lebih tinggi.

2. Infeksi Virus dan Bakteri

Melansir laman Mayo Clinic, sebagian besar kasus radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus seperti influenza, rhinovirus, dan adenovirus. Selain itu, ada beberapa virus lain yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan seperti virus campak, cacar, covid, hingga mononucleosis. Namun, pada beberapa kasus juga dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus.

Saat daya tahan tubuh menurun selama puasa, virus atau bakteri ini lebih mudah menyerang jaringan tenggorokan. Jika disebabkan oleh bakteri, radang tenggorokan membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

3. Perubahan Pola Makan

Saat puasa, pola makan berubah drastis. Banyak orang justru mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, gorengan, atau minuman dingin dan manis ketika berbuka.

Kombinasi makanan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan sehingga memperparah radang tenggorokan saat puasa.

4. Udara Kering dan Polusi

Paparan debu, polusi, dan udara kering juga dapat memicu iritasi pada tenggorokan. Partikel kecil dari debu dan polusi dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu peradangan.

5. Sistem Imun yang Menurun

Kurang tidur, aktivitas yang padat, serta perubahan pola makan selama Ramadan dapat membuat daya tahan tubuh menurun.

Ketika sistem imun melemah, tubuh lebih rentan terhadap infeksi yang menyebabkan radang tenggorokan saat puasa.

Gejala Radang Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai saat Puasa

Sering kali kita menganggap remeh rasa tidak nyaman di leher, namun mengenali gejala radang tenggorokan saat puasa sejak dini dapat membantu kita menentukan apakah kondisi ini bisa ditangani sendiri atau memerlukan bantuan medis. Melansir Laman Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa gejala umum yang sering muncul:

1. Nyeri saat Menelan

2. Tenggorokan Terasa Kering

3. Suara Menjadi Serak

4. Batuk Ringan

5. Tenggorokan Terasa Gatal

6. Pembengkakan Kelenjar Leher

7. Amandel Merah dan Bengkak

Kebiasaan yang Tanpa Disadari Memperparah Radang Tenggorokan

Selain penyebab utama, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru memperparah radang tenggorokan saat puasa. Berikut adalah daftar “kebiasaan” yang sering dilakukan saat Ramadan yang justru memicu iritasi tenggorokan:

1. Berbuka dengan Gorengan Berlebihan

2. Mengonsumsi Makanan Terlalu Pedas saat Berbuka

3. Minum Air Es Secara Mendadak

4. Kurang Minum Saat Sahur dan Berbuka

5. Merokok Saat Waktu Berbuka hingga Sahur

6. Terpapar AC Terlalu Lama

7 Cara Alami Mengobati Radang Tenggorokan saat Puasa agar Cepat Lega

Gambar 2 - Radang Tenggorokan saat Puasa

Jika Anda sudah mulai merasakan gejala yang tidak nyaman, jangan buru-buru membatalkan puasa kecuali jika kondisi fisik sudah sangat lemah. Ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan selama waktu berbuka hingga sahur sebagai cara mengobati radang tenggorokan saat puasa secara alami.

1. Berkumur dengan Air Garam (Gargle)

Berkumur air garam merupakan cara tradisional yang terbukti efektif untuk meredakan radang tenggorokan. Ini adalah metode cara paling klasik dan sangat efektif secara ilmiah. Melansir laman Healthline, bahwa garam terbukti secara ilmiah membantu mengeluarkan air dari jaringan mulut, sekaligus menciptakan penghalang garam yang mencegah air dan pathogen berbahaya masuk kembali ke dalam.

Cara melakukannya:

  • Campurkan 1 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat
  • Gunakan untuk berkumur selama 30 detik
  • Lakukan setelah berbuka atau sebelum tidur

2. Minum Air Hangat saat Sahur dan Berbuka

Air hangat membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mengurangi iritasi. Selain itu, minuman hangat juga dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan tenggorokan sehingga proses penyembuhan lebih cepat.

Air hangat membantu mengencerkan lendir (mukus) yang menyumbat tenggorokan dan memberikan rasa nyaman yang instan. Pastikan suhu air adalah hangat kuku, bukan panas. Konsumsi air hangat saat berbuka dan sahur untuk melegakan tenggorokan.

3. Coba Konsumsi Madu

Cara alami untuk meredakan radang tenggorokan saat puasa yang bisa Anda coba selanjutnya ialah konsumsi Madu. Diketahui madu dikenal memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan.

Melansir laman Medical News Today, bahwa banyak orang menggunakan madu untuk dikonsumsi saat radang atau pilek karena sifat antimikrobanya. Terdapat studi yang mengatakan bahwa madu mungkin lebih efektif daripada banyak antibiotic umum dalam melawan bakteri yang resisten terhadap metisilin. Maka dari itu, madu berpotensi menjadi antibiotik terhadap bakteri resisten.

4. Meminum Rebusan Jahe dan Kunyit

Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami (analgetik) dan antiradang. Sementara itu, kunyit mengandung kurkumin yang sangat kuat untuk menekan reaksi peradangan di tubuh.

Rebusan irisan jahe dan kunyit yang diminum sebelum tidur akan membantu menenangkan tenggorokan yang gatal dan meningkatkan suhu tubuh agar imun bekerja lebih baik.

5. Menghirup Uap Hangat (Inhalasi Sederhana)

Jika tenggorokan terasa tersumbat lendir yang kering, Anda bisa menyiapkan wadah berisi air panas, lalu hirup uapnya secara perlahan selama 5-10 menit setelah berbuka puasa. Uap air yang masuk ke saluran napas akan membantu melembapkan area yang meradang dan memudahkan pengeluaran kotoran atau kuman di tenggorokan.

Anda bisa menambahkan sedikit minyak kayu putih atau aromaterapi mint untuk sensasi yang lebih lega. Cara ini cukup efektif mengurangi rasa tidak nyaman pada radang tenggorokan saat puasa.

6. Perbanyak Konsumsi Buah Kaya Vitamin C

Vitamin C membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh Anda lebih cepat melawan infeksi. Beberapa buah yang kaya akan vitamin C dan baik dikonsumsi saat sahur atau berbuka yaitu jeruk, kiwi, papaya, dan stoberi. Vitamin C dapat menjadi nutrisi penting tubuh yang bisa membantu pemulihan radang tenggorokan saat puasa.

7. Istirahatkan Suara dan Tubuh Sekaligus Cukupi Nutrisi agar Cepat Pulih

Jangan remehkan kekuatan istirahat. Hindari berbicara terlalu banyak atau berteriak saat sedang mengalami radang. Memberikan waktu bagi otot-otot tenggorokan untuk beristirahat akan mempercepat regenerasi sel yang rusak.

Lalu, pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas (minimal 6-7 jam total dalam sehari) meskipun harus terbagi dengan waktu sahur. Selain itu, nutrisi memiliki peran besar dalam membantu sistem imun melawan infeksi sekaligus mempercepat proses pemulihan jaringan tenggorokan yang meradang.

Baca Juga: Saat Puasa Haid Tidak Lancar? Kenali Penyebab dan 6 Solusi Mudah Mengatasinya!

Tips Mencegah Radang Tenggorokan Selama Puasa

Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Agar Anda tidak perlu berurusan dengan radang tenggorokan saat puasa di hari-hari berikutnya, simak beberapa tips pencegahan yang sangat mudah diterapkan ini:

1. Pilih Menu Sahur yang “Ramah” Tenggorokan

Hindari makanan yang terlalu kering dan keras seperti kerupuk atau nasi yang terlalu pera. Pilihlah makanan berkuah seperti sup ayam, sayur bayam, atau bubur halus.

2. Hindari Kafein Berlebih

Kopi dan teh bersifat diuretik, artinya dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil sehingga tubuh lebih cepat dehidrasi. Jika ingin minum the atau kopi, pastikan tetap diimbangi dengan jumlah air putih yang jauh lebih banyak.

3. Jaga Kebersihan Mulut

Sikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur secara menyeluruh. Lidah juga harus dibersihkan karena sisa-sisa makanan di sana bisa menjadi sarang bakteri yang dapat memicu infeksi tenggorokan.

Kapan Radang Tenggorokan Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus radang tenggorokan saat puasa bisa sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang perlu mendapatkan pemeriksaan dokter. Segera konsultasikan jika mengalami:

  • Demam tinggi
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri sangat parah
  • Radang tenggorokan lebih dari 7 hari
  • Pembengkakan di leher
  • Muncul nanah di tenggorokan

Kondisi tersebut bisa menandakan infeksi bakteri yang membutuhkan pengobatan medis.

Baca Juga: Apakah Anda Telat Haid saat Puasa? Waspada Penyebabnya!

Daya Tahan dan Imun yang Kuat saat Puasa Bantu Mencegah dan Mempercepat Pemulihan Radang Tenggorokan saat Puasa, Konsumsi Striatamin Sebagai Booster Imun selama Puasa

Radang tenggorokan merupakan keluhan yang cukup sering dialami selama Ramadan. Kondisi radang tenggorokan saat puasa biasanya disebabkan oleh tenggorokan kering, infeksi virus atau bakteri, serta kebiasaan yang mengiritasi tenggorokan.

Selain melakukan berbagai cara alami di atas, menjaga daya tahan tubuh juga sangat penting agar radang tenggorokan saat puasa tidak mudah muncul dan proses pemulihan menjadi lebih cepat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi suplemen imun yang mendukung nutrisi tubuh selama berpuasa.

Salah satu pilihan booster imun dan nutrisi selama berpuasa yang bisa Anda pertimbangkan ialah Striatamin. Produk ini hadir sebagai suplemen herbal unggulan, Striatamin terbuat dari kombinasi bahan alami yang luar biasa, yaitu ekstrak ikan gabus (Channa striata) hasil budidaya pilihan dan ekstrak kunyit (Curcuma longa).

Striatamin - Radang Tenggorokan saat Puasa

Mengapa Striatamin sangat efektif untuk penderita radang tenggorokan saat puasa?

1. Membantu Memelihara Sistem Imun

Protein albumin dari ikan gabus membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh lebih kuat melawan infeksi penyebab radang tenggorokan.

2. Mempercepat Pemulihan Saat Sakit

Kandungan nutrisi dalam Striatamin membantu mempercepat proses pemulihan jaringan tubuh yang mengalami peradangan.

3. Tinggi Protein Albumin

Protein albumin sangat penting untuk proses regenerasi sel dan memperbaiki jaringan yang rusak.

4. Mendukung Nutrisi Selama Puasa

Saat puasa, asupan nutrisi sering kali tidak optimal. Striatamin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting tubuh.

Itulah ulasan mengenai 7 cara alami mengobati radang tenggorokan saat puasa yang bisa Anda coba. Untuk membeli Striatamin, Anda bisa langsung saja mengklik pada gambar produk atau melalui tautan klik pembelian produk secara online atau daring di marketplace berikut ini.

Segera beli Striatamin karena ada diskon promo bulan ini untuk membantu menjaga kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh selama bulan puasa!